Hukum Adat Berlaku Demi Kebaikan Danau Toba

0
514
Musyawarah Batak Toba H3 Jususf Kalla

Parapat, htiga.org – Danau Toba merupakan ikon pariwisata Indonesia yang telah digadang oleh pemerintah menjadi salah satu destinasi prioritas. Danau yang kaya akan potensi menjadi gerbang perkembangan usaha bidang ekonomi melalui sektor pariwisata.

Sebagai salah satu destinasi wisata prioritas di Indonesia, tentunya Danau Toba harus dijaga oleh semua pihak termasuk masyarakat. Jusuf Kalla selaku Wakil Presiden RI menghimbau agar seluruh pelaku usaha maupun masyarakat agar tidak mengotori Danau Toba dengan membuang sampah atau berbagai macam kotoran lainnya. Apabila ada yang melanggar hal tersebut, Jusuf Kalla menegaskan akan berlakunya aturan sanksi sesuai dengan hukum dan aturan adat. Hal tersebut disampaikan saat berlangsungnya Musyawarah Masyarakat Adat Batak (MMAB) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Punguan Simbolon Boruna Indonesia (PSBI) 2016, di Parapat, Minggu (31/7).

“Siapa saja yang buang kotoran dan limbah ke danau akan dihukum adat, jadi adat bukan hanya untuk berpesta, tapi juga untuk mengubah cara bekerja dan berpikir,” tegasnya.

Sejalan dengan tujuan dari PSBI, Effendi Muara Sakti selaku Ketua Umum mengungkapkan ingin berkonsultasi dengan pemerintah terkait kemasyarakatan dan peran hukum adat yang ada di Sumatera Utara, khususnya kawasan Danau Toba. Karenanya, MMAB diselenggarakan atas gagasan dari enam puak suku Batak, di antaranya, Toba, Simalungun, Mandailing, Karo, Angkola, dan Pakpak.

Dalam musyawarah tersebut dihadiri oleh masyarakat Batak dan beberapa staf negara. Sebanyak 260 orang mewakili seluruh marga suku Batak didapati hadir dalam MMAB, Wapres Jusuf Kalla juga hadir bersama istrinya. Ada pun pejabat-pejabat negara yang hadir antara lain Siti Nurbaya Bakar (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Rudiantara (Menteri Komunikasi dan Informasi), Tengku Erry Nuradi (Gubernur Sumatera Utara), Gatot Nurmantyo (Panglima TNI Jenderal), Sutiyoso (Kepala BIN Letjen TNI), Safrudin (Kalemdi Polri Komjen Pol), dan jajaran tokoh-tokoh lainnya. (rnd)