Kampung Sejarah Ambarita, Huta Siallagan

0
640

Htiga.org – Dikenal dengan tempat benda-benda peninggalan para leluhur Batak, kampung atau desa Ambarita menjadi salah satu destinasi yang layak dikunjungi ketika berwisata ke Danau Toba. Ambarita dapat disebut sebagai kampung Batak Kuno karena memiliki nilai-nilai sejarah yang berhubungan dengan peradaban suku Batak. Lokasi kampung ambarita yaitu di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara. Berjarak sekitar 3 km dari Tuktuk Siadong dan 5 km dari Tomok.

Sejarah menjadi daya tarik utama dari kampung Ambarita. Rumah-rumah yang terdapat di kampung ini juga masih berbentuk rumah adat suku Batak. Pada gerbang pintu masuk kampung Ambarita terdapat sebuah patung bernama Pangulubalang, dan dipercaya sebagai penjaga untuk mengusir roh-roh jahat yang mencoba memasuki area kampung.

Di Ambarita terdapat suatu tempat yang paling diminati oleh wisatawan yaitu Huta Siallagan. Tempat ini ditandai dengan rumah-rumah adat Batak yang masih berdiri selama beratus tahun. Selain itu juga terdapat bermacam-macam situs yang menggambarkan sejarah Batak, salah satunya batu persidangan. Terdapat batu-batu yang berbentuk seperti kursi, meja, patung manusia, dan lain sebagainya sehingga menggambarkan tempat persidangan pada masa Batak kuno.

Huta Siallagan telah menjadi saksi berlangsungnya hukum di masa Batak Kuno. Tidak jauh dari lokasi batu persidangan juga terdapat batu yang dijadikan sebagai tempat eksekusi hukuman mati. Di masa itu, hukuman mati dilakukan dengan cara memenggal kepala kemudian seluruh bagian tubuhnya akan diolah menjadi bahan makanan penduduk. Beberapa orang memang mengatakan bahwa masyarakat Batak kuno adalah kanibal. Namun cerita tersebut sudah berlalu sejak berabad-abad yang lalu dan dapat dipastikan saat ini kanibalisme tidak ditemukan pada masyarakat Batak. Apabila menuju ke bagian utara Huta Siallagan, di sana juga terdapat batu berbentuk kursi yang digunakan sebagai tempat bertemunya marga Siallagan.

Destinasi wisata Huta Siallagan di Ambarita memang sangat sayang untuk dilewatkan. Di samping itu, Huta Siallagan juga telah direhabilitasi dan dikembangkan oleh pemerintah. Terdapat pula pemandu yang dapat menemani saat berkeliling sekaligus menambah edukasi tentang sejarah suku Batak. (rnd)