Meski Menawan, Perkembangan Ulos Dihimbau Lebih Kreatif

0
303
hari-ulos-nasional-2016

Medan, htiga.org – Perayaan Hari Ulos diselenggarakan hari ini, Senin (17/10), di Convention Hall Hotel Danau Toba International, Medan. Bukan hanya penggemar dan penenun ulos saja yang hadir, namun beberapa tokoh kenegaraan seperti Kanjeng Ratu Hemas selaku Wakil Ketua DPD RI dan Tengku Erry Nuradi selaku Gubernur Sumatera Utara juga turut hadir mengapresiasi kain ulos.

Dalam acara tersebut, Kanjeng Ratu Hemas disambut dengan Ulos sepanjang 500 meter dan sejumlah penampilan seni tradisional Batak. Kain ulos mendapat pujian dari Kanjeng Ratu Hemas. Menurutnya, ulos sangat memiliki daya tarik sebagai warisan budaya yang harus dilestarikan dan diberikan penghargaan.

“Ulos sangat menawan, harus ada penghargaan kepada ulos dan penenun. Saya melihat penenun ulos dan ulos tenun sudah mulai ditinggalkan, padahal ini peninggalan tradisi masyarakat batak. Ulos harus digunakan sesuai aturan dalam adat,” tutur Wakil Ketua DPD RI, Kanjeng Ratu Hemas.

Meski demikian, Tengku Erry Nurady tetap memberi arahan kepada para penenun ulos. Tengku yang juga merupakan tamu kehormatan berharap para penenun ulos mampu untuk menjadi lebih kreatif. Menurutnya, seiring perkembangan teknologi, ulos cukup mendapat tantangan yang cukup banyak agar dapat populer sampai ke tingkat internasional.

“Perkembangan teknologi cukup memberi tantangan bagi kain ulos, mengingat saat ini hadir tenunan dengan menggunakan mesin. Untuk itu penenun ulos harus bisa lebih kreatif,” jelas Tengku.

Tengku Erry Nuradi juga berencana bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian terkait untuk memajukan daya produksi ulos.

Dalam acara tersebut, kain Ulos sebagai warisan tak benda Indonesia juga diajukan sebagai warisan dunia kepada UNESCO. Kain Ulos sendiri merupakan kain yang sangat unik. Dibuat dengan metode tenun, ulos dapat memiliki harga yang relatif tinggi karena prosesnya yang rumit. Harga ulos disesuaikan dengan motifnya, apabila memiliki motif yang lebih rumit maka dapat diberi harga hingga lebih dari 3 juta rupiah. (rnd)