Toba, Supervulkanik Terbesar Dunia Setelah Yellowstone

0
259

Supervulkanik disebut juga dengan gunung berapi yang memiliki daya letusan dahsyat.
Sebuah gunung berapi dapat dikatakan supervulkanik apabila jangkauan material
letusan mencapai lebih dari 1.000 km3 saat erupsi. Dalam skala ukuran Volcano Indeks
Explosivity (VEI), kekuatan tersebut dapat mencapai lebih dari 8 VEI. Di dunia hanya
terdapat beberapa gunung supervulkanik, Toba salah satunya. Toba menjadi terbesar
kedua di dunia setelah Yellowstone (AS), kemudian disusul dengan nama-nama lain
seperti Long Valley (AS), Taupo (Selandia Baru), Campi Fiegrei (Italia), dan lain
sebagainya.

yellowstone-national-park-10

Yellowstone sebagai taman nasional di Amerika Serikat (AS) memili kaldera terbesar yang terbentuk daru tiga letusan gunung berapi sekitar 2,1 juta tahun silam yaitu dari letusan Huckleberry Ridge, Mesa Falls, dan Lava Creek. Letusan dahsyat dengan volume 46.000 km3 memiliki kekuatan yang besar untuk membentuk sebuah kaldera terbesar di dunia. Apabila erupsi kembali terjadi, maka akan berdampak pendinginan global selama satu dekade.

img_2555

Sementara Indonesia juga memiliki kaldera yang tidak kalah luar biasa dengan menduduki posisi kedua terbesar di dunia. Kaldera Toba, atau biasa disebut dengan Danau Toba merupakan hasil letusan gunung supervulkanik yang terjadi sekitar 74.000 ribu tahun yang lalu. Ukuran Danau Toba sendiri mencapai 35 km dikali dengan 100 km. Letusan yang membentuk Danau Toba tersebut sangat berkekuatan besar sehingga dampak material letusan mampu mencapai 2.800 km3. Akibatnya, sebagian besar seluruh dunia mengalami penurunan suhu secara global dan mengancam penghambatan populasi manusia.

Menurut para ilmuwan, gunung berapi di area Danau Toba diperkirakan tidak akan meletus selama ribuan tahun. Namun bukan berarti gunung tersebut telah tidak akif, melainkan produksi magma yang terkandung di bawah kaldera masih terus-menerus bertambah.

Dengan demikian Danau Toba masih sangat berkemungkinan untuk kembali meletus. Menurut para ilmuwan (dilansir dari Nature dalam artikel www.ibtimes.co.uk), setidaknya erupsi Toba akan terulang kembali sekitar puluhan ribu tahun mendatang. “Sangat mungkin sekali, dalam jangka panjang, letusan besar Toba akan terjadi berulang kali hingga menghasilkan zona pematahan investigasi, waktu pada saat ini telah berlalu lama sejak 74.000 ribu tahin dan terlalu singkat jika dibandingkan dengan periodisitas peristiwa erupsi besar Toba.”

Keagungan Danau Toba sangat dapat dirasakan terutama kondisi alam yang luar biasa. Tidak heran apabila Danau Toba ditunjuk sebagai destinasi wisata dunia termasuk dalam sisi edukasi, mulai dari sains, sejarah, sosial, dan lain sebagainya tersaji di Danau Toba. Sebagai geopark supervulkanik yang dapat berdampak pada dunia, sudah sepatutnya Danau Toba selalu dirawat dan dilestarikan secara berkelanjutan. (rnd)